Laman

Amalan seseorang dinilai dari shalatnya

๐ŸŒ BimbinganIslam.com
Jum'at, 02 Jumadal Akhir 1437H / 11 Maret 2016M
๐Ÿ‘ค Ustadz Fauzan ST, MA
๐Ÿ“— Matan Abu Syuja' | Kitab Shฤlat
๐Ÿ”Š Kajian 29 | Pendahuluan
โฌ‡ Link Download: http://bit.ly/BiAS02-FZ-H029
โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‘ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุนุฏ

Para Sahabat Bimbingan Islam yang dirahmati Allฤh Ta'ฤla,

Pada halaqah yang ke-29 ini kita akan memasuki pembahasan di dalam Kitฤb Shalฤh Matan Abลซ Syujฤ'.

Sebelum kita memasuki pembahasan masalah fiqh shalฤt, maka sedikit kita akan mengingatkan tentang agungnya ibadah shalat, pentingnya shalat dalam kehidupan seorang Muslim.

Bahkan shalฤt dikatakan sebagai tiangnya agama, yang apabila tiang itu hilang (hancur) maka hancurlah agama seseorang. Dikatakan bahwa perbedaan antara seorang Muslim dengan seorang Non-Muslim (kฤfir) adalah shalฤt.

Dan dikatakan juga bahwasanya shalฤt adalah yang pertama kali akan ditanya kelak di Hari Akhirat.

Para ikhwah sekalian dan akhwฤt fillฤh,

Oleh karena itu, bahwasanya amalan seseorang dinilai dari shalatnya.

Pada pembahasan kali ini kita akan bagi menjadi 3 bagian.

โ–  BAGIAN PERTAMA: KEUTAMAAN SHALAT

โ‘ด Bahwasanya shalฤt yang khusyลซ' dan berkualitas adalah tanda kebahagiaan seseorang. Dimana Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla berfirman:

ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽูู’ู„ูŽุญูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ๏ดฟูก๏ดพ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ูููŠ ุตูŽู„ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ุฎูŽุงุดูุนููˆู†ูŽ ๏ดฟูข๏ดพ 

"Sungguh beruntung (bahagia) orang-orang yang beriman (1). Yaitu mereka orang-orang yang khusyลซ' (berkualitas) di dalam shalฤtnya." (Al-Mu'minลซn 1-2)

Ini adalah tanda bahwasanya orang tersebut memiliki hubungan yang erat dengan Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla.

โ‘ต Bahwasanya shalฤt yang berkualitas akan mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar.

Allฤh Ta'ฤla berfirman:

 ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽ ุชูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ูฐ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ููŽุญู’ุดูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูŽุง ุชูŽุตู’ู†ูŽุนููˆู†ูŽ  

"Sesungguhnya shalฤt itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar dan mengingat Allฤh (shalat) adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah yang lainnya. Dan Allฤh Maha Mengetahu apa yang kalian perbuat." (Al-'Ankabลซt 45)

โ‘ถ Bahwasanya shalฤt dapat menghapus dosa dan keburukan dari seseorang.

Rasลซlullฤh shallallฤhu 'alayhi wa sallam bersabda:

ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽูˆูŽุงุชูุงู„ู’ุฎูŽู…ู’ุณู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูู…ู’ุนูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูู…ู’ุนูŽุฉู ูˆูŽุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ู…ููƒูŽููู‘ุฑูŽุงุชูŒ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู†ูŽู‘ ุฅูุฐูŽุง ุงุฌู’ุชูŽู†ูŽุจูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุจูŽุงุฆูุฑูŽ

"Antara shalat yang 5 waktu, antara satu Jum'at ke Jum'at berikutnya, antara satu Ramadhฤn ke Ramadhฤn berikutnya, maka di antara keduanya ada penghapus dosa, jika meninggalkan dosa-dosa yang besar." (HR. Muslim)

โ‘ท Bahwasanya shalฤt akan menjadi cahaya bagi orang yang melaksanakannya di dunia maupun di akhirat.

Rasลซlullฤh shallallฤhu 'alayhi wa sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ุญูŽุงููŽุธูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ู†ููˆุฑุงู‹ ูˆูŽุจูุฑู’ู‡ูŽุงู†ุงู‹ ูˆูŽู†ูŽุฌูŽุงุฉู‹ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูุญูŽุงููุธู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ู ู†ููˆุฑูŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุจูุฑู’ู‡ูŽุงู†ูŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ู†ูŽุฌูŽุงุฉูŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ู…ูŽุนูŽ ู‚ูŽุงุฑููˆู†ูŽ ูˆูŽููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ูˆูŽู‡ูŽุงู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุฃูุจูŽู‰ูู‘ ุจู’ู†ู ุฎูŽู„ูŽูู (ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ)

"Barangsiapa yang menjaga shalฤt maka baginya cahaya, petunjuk dan keselamatan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang tidak menjaga shalat tersebut maka dia tidak akan mendapatkan cahaya, petunjuk, keselamatan. Dan nanti di hari kiamat akan dikumpulkan bersama Qฤrun, Fir'aun, Hฤmฤn dan Ubay Ibn Khalf." (HR. Ahmad)

Kemudian dalam hadits yang lain, Rasลซlullฤh shallallฤhu 'alayhi wa sallam bersabda:

ุจุดุฑ ุงู„ู…ุดุงุฆูŠู† ููŠ ุงู„ุธู„ู… ุฅู„ู‰ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ุจุงู„ู†ูˆุฑ ุงู„ุชุงู… ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ

"Berikanlah kabar gembira bagi mereka-mereka yang berjalan di tengah kegelapan menuju masjid, bahwasanya mereka akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari kiamat." (HR. Ahmad dan dishahฤซhkan oleh Syaikh Al-Albani)

โ‘ธ Bahwasanya perjalanan seseorang menuju masjid (tempat shalฤt)nya maka akan dicatat sebagai kebaikan, diangkat derajatnya di setiap langkah dan dihapuskan keburukannya di setiap langkah.

Rasลซlullฤh shallallฤhu 'alayhi wa sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุทูŽู‡ูŽู‘ุฑูŽ ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ุซูู…ูŽู‘ ู…ูŽุดูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุจูŽูŠู’ุชู ู…ูู†ู’ ุจููŠููˆุชู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ููŠูŽู‚ู’ุถููŠูŽ ููŽุฑููŠุถูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ููŽุฑูŽุงุฆูุถู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุฎูŽุทู’ูˆูŽุชูŽุงู‡ู ุฅูุญู’ุฏูŽุงู‡ูู…ูŽุง ุชูŽุญูุทูู‘ ุฎูŽุทููŠุฆูŽุฉู‹ , ูˆูŽุงู„ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ุชูŽุฑู’ููŽุนู ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุฉู‹  (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

"Barangsiapa yang bersuci (berwudhลซ') di rumahnya kemudian berjalan diantara salah satu dari rumah-rumah Allฤh dalam rangka menunaikan kewajiban yang Allฤh wajibkan kepada dia maka di setiap salah 1 langkahnya adalah menghapuskan dosa dan langkah yang lainnya adalah mengangkat derajat orang tersebut di sisi Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla." (HR. Muslim)

โ‘น Bahwasanya shalat adalah sebab paling utama seseorang untuk masuk ke dalam surga.

Rabฤซ'ah bin Ka'ab Al-Aslami beliau berkata:

ูƒูู†ู’ุชู ุฃูŽุจููŠุชู ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ููŽุฃูŽุชูŽูŠู’ุชูู‡ู ุจููˆูŽุถููˆุฆูู‡ู ูˆูŽุญูŽุงุฌูŽุชูู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ููŠ ุณูŽู„ู’ ููŽู‚ูู„ู’ุชู ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ู…ูุฑูŽุงููŽู‚ูŽุชูŽูƒูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู‚ูู„ู’ุชู ู‡ููˆูŽ ุฐูŽุงูƒูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุนูู†ูู‘ูŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ ุจููƒูŽุซู’ุฑูŽุฉู ุงู„ุณูู‘ุฌููˆุฏู

Saya pernah bermalam bersama Rasลซlullฤh shallallฤhu 'alayhi wa sallam maka saya datangkan kepada Beliau tempat air untuk berwudhลซ' dan juga kebutuhan-kebutuhan Beliau.

Maka Beliaupun berkata kepada saya: "Maka mintalah." Maka sayapun mengatakan: "Saya meminta agar saya bisa menemanimu disurga." Beliaupun mengatakan: "Apakah tidak ada yang lain?" Maka saya katakan: "Hanya itu saja."

Maka Beliaupun berkata: "Bantulah saya untuk mewujudkan keinginanmu dengan memperbanyak sujud (atau shalฤt)." (HR. Muslim)

โ–  BAGIAN KEDUA: BAHAYA MELALAIKAN SHALAT DAN MENINGGALKANNYA

Di sini kita akan sebutkan beberapa, di antaranya:

โ‘ด Bahwasanya orang yang bermalas-malasan melaksanakan shalฤt maka ini adalah sifat orang-orang yang munฤfiq.

Allฤh Ta'ฤla berfirman:

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู…ููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงุฉู ู‚ูŽุงู…ููˆุง ูƒูุณูŽุงู„ูŽู‰ 

"Dan apabila mereka (orang-orang munafiq) mendatangi shalat maka mereka menunaikan dalam keadaan malas." (An-Nisฤ 142)

โ‘ต Bahwasanya orang yang malas dan melalaikan shalat maka diancam neraka.

ููŽุฎูŽู„ูŽููŽ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‡ูู…ู’ ุฎูŽู„ู’ููŒ ุฃูŽุถูŽุงุนููˆุง ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงุฉูŽ ูˆูŽุงุชูŽู‘ุจูŽุนููˆุง ุงู„ุดูŽู‘ู‡ูŽูˆูŽุงุชู ููŽุณูŽูˆู’ููŽ ูŠูŽู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู†ูŽ ุบูŽูŠู‹ู‘ุง

"Dan akan datang sebuah generasi setelah mereka, sebuah generasi yang mereka melalaikan (menyia-nyiakan) shalฤt dan mengikuti syahwat maka mereka akan menemui al-ghayy." (Maryam 59)

Yang disebutkan oleh Ibnu Mas'ลซd dan Barra bin ฤ€dzib bahwasanya Al-Ghayy adalah lembah di neraka Jahannam yang dipenuhi dengan nanah dan darah dari penduduk neraka. Sangat dalam lembah tersebut dan sangat busuk makanannya.

Allฤh Ta'ฤla berfirman:

ููŽูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุตูŽู„ูู‘ูŠู†ูŽ (4) ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุตูŽู„ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ุณูŽุงู‡ููˆู†ูŽ (5)

"Maka neraka Wail bagi orang-orang yang shalat. (4) Yaitu mereka yang lalai di dalam shalatnya. (5)

Al-Wail dikatakan oleh Athฤ' bun Yasar bahwasanya dia adalah lembah di neraka Jahannam. Seandainya sebuah gunung dilewatkan di atasnya maka gunung tersebut akan meleleh dikarenakan saking panasnya.

Dan orang-orang yang lalai didalam shalatnya akan mendapatkan hukuman bertingkat-tingkat sesuai perbuatannya.

Yang lalai dalam rukunnya, yang lalai di dalam khusyu'nya, yang lalai dalam kewajibannya, yang lalai dalam waktunya dan lalai dalam hal-hal lainnya. Maka akan mendapatkan balasan sesuai dengan tingkat kelalaiannya di dalam shalat.

โ‘ถ Bahwasanya orang yang meninggalkan shalat maka dia bisa jatuh ke dalam kekafiran.

Rasลซlullฤh shallallฤhu 'alayhi wa sallam bersabda:

ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุดูู‘ุฑู’ูƒู ูˆูŽุงู„ู’ูƒููู’ุฑู ุชูŽุฑู’ูƒ ูุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู

"Pembeda (pembatas) antara seseorang dengan kekufuran adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim)

Dan juga dalam hadits yang lain dikatakan:

ุงู„ู’ุนูŽู‡ู’ุฏู ุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ููŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ูŽุง ููŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽููŽุฑูŽ

โ€œPembatas antara kami (orang Muslim) dan mereka (orang kuffฤr) adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya maka dia telah jatuh pada kekafiran." (HR. An-Nasฤi)

โ–  BAGIAN KETIGA: TEMPAT YANG TERBAIK UNTUK SHALฤ€T

Bagi wanita maka tempat adalah di rumahnya. Berdasarkan sabda Nabi shallallฤhu 'alayhi wa sallam:

ุตู„ุงุชู‡ุง ููŠ ุฏุงุฑู‡ุง ุฃูุถู„ ู…ู† ุตู„ุงุชู‡ุง ููŠ ู…ุณุฌุฏ ู‚ูˆู…ู‡ุง

"Shalatnya dia (seorang wanita) di rumahnya lebih baik daripada shalatnya dia di masjid kaumnya." (HR. Ath-Thabrฤniy dan dihasankan oleh Al-Albฤniy)

Dan dalam hadits lain disebutkan:

ูˆูŽุจููŠููˆุชูู‡ูู†ูŽู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽู‡ูู†ูŽู‘ 

"Dan rumah-rumah mereka lebih baik untuk mereka." (HR. Abลซ Dฤwลซd dan dishahฤซhkan oleh Syaikh Al-Albani)

Akan tetapi, seorang wanita diperbolehkan untuk melaksanakan shalat ke masjid. Dan tidak boleh seorang untuk suami atau wali wanita tersebut melarang karena Rasลซlullฤh shallallฤhu 'alayhi wa sallam bersabda:

ู„ุง ุชูŽู…ู’ู†ูŽุนููˆุง ู†ูุณูŽุงุกูŽูƒูู…ู’ ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽ ูˆูŽุจููŠููˆุชูู‡ูู†ูŽู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽู‡ูู†ูŽู‘

"Janganlah kalian (wali-wali/suami-suami para wanita) untuk mencegah wanita-wanita kalian mendatangi masjid dan rumah-rumah mereka lebih baik untuk kalian." (HR. Ahmad dan Abลซ Dฤwลซd)

Akan tetapi di sini ada syarat bagi seorang wanita yang pergi ke masjid adalah dia tidak boleh:
ยท โ‘ด bertabarruj (berhias, berwangi-wangian) atau,
ยท โ‘ต menggunakan pakaian-pakaian yang bisa membuat orang tertarik dan,
ยท โ‘ถ aman dari fitnah.

Maka pada saat ini boleh bagi seorang wanita untuk pergi ke masjid apabila terhindar dari hal-hal yang disebutkan sebelumnya.

Adapun untuk laki-laki maka tempat yang paling afdhal (paling baik) adalah masjid. Bahkan dikatakan hukumnya adalah wajib berjama'ah di masjid, berdasarkan hadฤซts dari Abลซ Hurairah radhiyallฤhu Ta'ฤla 'anhu, beliau berkata:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุฃูŽุชูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู‰ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ููŠ ู‚ูŽุงุฆูุฏูŒ ูŠูŽู‚ููˆุฏูู†ููŠ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ููŽุณูŽุฃูŽู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฑูŽุฎูู‘ุตูŽ ู„ูŽู‡ู ููŽูŠูุตูŽู„ูู‘ูŠูŽ ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ููŽุฑูŽุฎูŽู‘ุตูŽ ู„ูŽู‡ู ููŽู„ูŽู…ูŽู‘ุง ูˆูŽู„ูŽู‘ู‰ ุฏูŽุนูŽุงู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ู‡ูŽู„ู’ ุชูŽุณู’ู…ูŽุนู ุงู„ู†ูู‘ุฏูŽุงุกูŽ ุจูุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ยป. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูŽุนูŽู…ู’. ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ููŽุฃูŽุฌูุจู’ ยป

Bahwasanya datang kepada Nabi shallallฤhu 'alayhi wa sallam seorang lelaki yang buta, maka diapun berkata kepada Rasลซlullฤh shallallฤhu 'alayhi wa sallam. "Yฤ Rasลซlullฤh, saya tidak memiliki seorangpun yang bisa menuntun saya ke masjid."

Maka dia meminta kepada Rasลซlullฤh shallallฤhu 'alayhi wa sallam agar memberikan rukhshah (keringanan) kepadanya agar shalat di rumahnya. Maka Rasลซlullฤh shallallฤhu 'alayhi wa sallam memberikan keringanan kepada beliau.

Maka tatkala orang tersebut berpaling (pergi), maka Rasลซlullฤh shallallฤhu 'alayhi wa sallam pun memanggilnya. "Apakah kamu mendengar adzan untuk shalat?' Maka diapun mengatakan: "Ya."Maka kata Rasลซlullฤh shallallฤhu 'alayhi wa sallam: "Datangilah." (HR. Muslim)

Rasลซlullฤh shallallฤhu 'alayhi wa sallam tidak memberikan keringanan karena ini adalah kewajiban yang agung, bahkan masih memerintahkan orang tersebut untuk tetap mendatangi masjid ketika mendengar adzan.

Dan di sana ada keutamaan yang besar bagi orang yang shalฤt di masjid, bahwasanya Rasลซlullฤh shallallฤhu 'alayhi wa sallam bersabda:

ุตู„ุงุฉ ุงู„ุฑุฌู„ ููŠุฌู…ุงุนุฉ ุชุฒูŠุฏ ุนู„ู‰ ุตู„ุงุชู‡ ูˆุญุฏู‡ ุณุจุนุงู‹ ูˆุนุดุฑูŠู†

"Bahwasanya shalatnya seseorang secara berjama'ah maka derajatnya dia lebih daripada dia shalat sendiri 27 derajat." (HR. Muslim)

Shalฤt berjama'ah 27 derajat lebih utama daripada shalฤt sendiri.

Demikian, semoga Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla menjadikan kita sebagai orang yang ahli shalat dan orang yang menegakkan shalat dalam kehidupan kita.

Dan semoga Allฤh menjadikan shalat kita bekal amalan dan perisai dari api neraka.

ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆ ุณู„ู… ูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†
______________________________
๐Ÿ“ฆ Donasi Operasional & Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank 451
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

๐ŸŒ Website: 
http://www.bimbinganislam.com
๐Ÿ‘ฅ Facebook Page: 
Fb.com/TausiyahBimbinganIslam
๐Ÿ“ฃ Telegram Channel:
http://goo.gl/4n0rNp
๐Ÿ“บ TV Channel:
http://BimbinganIslam.tv